Budaya Remidi.


Apa itu remidi….? he he he Bagi orang tua atau wali siswa biasanya kurang memperhatikan remidi anaknya, dan biasanya kata – kata itu dibuat alasan kepada siswa untuk minta tambahan uang saku. bilangnya gini  ” Bapak sesok sinok melu remidi, sinok njaluk tambahan duit sangu kanggo remidi” setelah bapaknya tanya apa itu remidi dia malah tidak menjelaskan secara detile apa itu remidi, disamping itu biasanya orang tua sedikit cuek mengenai hal tersebut , orang tua hanya berfikir yang penting anaknya sekolah dan mendapatkan haknya yang berupa uang saku, sehingga anak lebih suka remidi ketimbang dapat nilai yang bagus karena mendapatkan uang tambahan, akan tetapi kerugian justru ada pada siswa yang harus belajar lagi mengenai pelajaran yang sudah di ujikan, istilah orang jawa ” Mindogaweni”

Sebenarnya sosok orang tua didalam masalah ini sangat dibutuhkan, karena hal tersebut secara psikologi akan mengubah sifat seseorang kedepan, harapannya sekecil apapun jangan berikan celah kepada anak untuk berbohong, karena korupsi besar-besaran, atau korupsi masal itu berawal dari ketika kita mengenyam pendidikan.

Kembali ke persoalan awal, Remidi adalah mengulang ujian secara individu kepada guru yang bersangkutan karena salah satu ujian yang sudah diujikan tidak mencapai target yang ditentukan, atau tidak lulus KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal ).

Apa itu KKM…? Berikut adalah pengertiannya ….

Pengertian KKM

KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) adalah kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan. KKM harus ditetapkan diawal tahun ajaran oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Pertimbangan pendidik atau forum MGMP secara akademis menjadi pertimbangan utama penetapan KKM.

Fungsi KKM

1. Sebagai acuan bagi seorang guru untuk menilai kompetensi peserta didik sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD) suatu mata pelajaran atau Standar Kompetensi (SK)

2. Sebagai acuan bagi peserta didik untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti pembelajaran

3. Sebagai target pencapaian penguasaan materi sesuai dengan SK/KD – nya

4. Sebagai salah satu instrumen dalam melakukan evaluasi pembelajaran

5. Sebagai “kontrak” pedagogik antara pendidik, peserta didik dan masyarakat (khususnya orang tua dan wali murid)

Tahapan Penetapan KKM

Seperti pada uraian diatas bahwa penetapan KKM dilakukan oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran. Adapaun langkah dan tahapan penetapan KKM antara lain:

1. Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata pelajaran dengan mempertimbangkan tiga aspek kriteria, yaitu kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik. Hasil penetapan KKM indikator berlanjut pada KD, SK hingga KKM mata pelajaran.

2. Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran disahkan oleh kepala sekolah untuk dijadikan patokan guru dalam melakukan penilaian

3. KKM yang ditetapkan disosialisaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, yaitu peserta didik, orang tua, dan dinas pendidikan

4. KKM dicantumkan dalam laporan hasi belajar atau rapor pada saat hasil penilaian dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik

Jadi yang menjadi pertimbangan dalam menentukan KKM adalah kompleksitas, daya dukung, dan intake. Kompleksitas mengacu pada tingkat kesulitan Kompetensi Dasar yang bersangkutan. Daya dukung meliputi kelengkapan mengajar seperti buku, ruang belajar, laboratorium (jika diperlukan) dan lain-lain. Sedangkan Intake merupakan kemampuan penalaran dan daya pikir peserta didik.

Jadi untuk siswa yang sekarang masih belajar supaya apa yang sudah terjadi mohon direnungkan dan jangan sampai terulang kembali, karena walau bagaimanapun tidak remidi atau mendapatkan nilai yang bagus lebih awal akan lebih baik dan lebih tenang dari pada remidi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: